0 pengertian etika bisnis

Selasa, 09 Oktober 2012

Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.
Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan mentaati kaidah-kaidah etika sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku.
Etika Bisnis dapat menjadi standar dan pedoman bagi seluruh karyawan termasuk manajemen dan menjadikannya sebagai pedoman untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan dilandasi moral yang luhur, jujur, transparan dan sikap yang profesional.

http://id.wikipedia.org/wiki/Etika_bisnis

0 Bisnis yang beretika dan humanis.

Senin, 08 Oktober 2012

Kesan itu sedemikian kental tertanam di benak rekan-rekan dan yuniornya dalam bekerja. Selain dikenal sebagai sosok yang tegas dan disiplin, dia juga sangat jujur. Namun, gaya kepemimpinan dia tetap membumi dan tidak menonjolkan diri. Dia adalah Julius Tahija, orang Indonesia pertama yang menduduki jabatan tertinggi di Caltex (dikenal sebagai PT Caltex Pacific Indonesia/sekarang Chevron), yakni sebagai Ketua Dewan Direksi. Jabatan itu dia raih pada tahun 1966, setelah mengawali karier di bidang perusahaan minyak dan gas tersebut pada tahun 1951 sebagai Assistant to the Managing Director. Sisi-sisi Julius Tahija itu muncul dalam diskusi di sela-sela peluncuran dua buku Julius Tahija di Jakarta, Sabtu (8/10/2011). Mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim dan mantan Presiden Direktur CPI Baihaki Hakim menyampaikan kesan mereka soal Julius Tahija.
Buku pertama, Melintas Cakrawala, adalah otobiografi yang mengisahkan filsafat hidup dan etika bisnis Julius Tahija. Buku tersebut merupakan terjemahan dari buku berjudul Horizon Beyond yang diterbitkan Time Edition Pte Ltd tahun 1995. Pada tahun 1997, edisi pertamanya dalam bahasa Indonesia berjudul Melintas Cakrawala dan diterbitkan PT Gramedia Pustaka Utama. Edisi kedua dalam bahasa Indonesia diterbitkan Yayasan Tahija pada tahun 2011. Buku kedua, Memimpin dengan Nurani, diterbitkan oleh Yayasan Tahija tahun 2011. Buku ini berisi kesan dan pelajaran bisnis dari delapan orang yang bersinggungan dengan Julius Tahija dalam pekerjaan. Mereka antara lain Baihaki Hakim yang tegas mengaku sebagai murid Julius Tahija, Menteri Keuangan Agus Martowardojo yang memandang Julius Tahija sebagai salah seorang yang dikagumi, dan Presiden Direktur PT CIMB Niaga Arwin Rasyid yang mengenal Julius Tahija sebagai Komisaris Bank Niaga.
Julius Tahija, yang lahir di Surabaya pada 13 Juli 1916, memiliki catatan karier bisnis yang panjang. Mantan sersan KNIL yang menikah dengan Jean itu meninggal dunia pada 30 Juli 2002, saat menjabat sebagai Ketua Emeritus Dewan Komisaris PT Caltex Pacific Indonesia. Dia memperoleh Bintang Mahaputra Nararya dari Pemerintah Indonesia dan Honorary Officer in the Order of Australia yang diserahkan Perdana Menteri Australia John Winston Howard pada Februari 2002. Baihaki Hakim dalam diskusi yang dimoderatori wartawan senior Sabam Siagian menyebutkan, Julius Tahija adalah pebisnis yang menonjolkan hati nurani. Dia tidak menggunakan trik untuk memanfaatkan profit. ”Beliau adalah orang yang sangat low profile. Tidak menonjolkan keberhasilan kita. Saat itu, kan, memang tidak banyak perusahaan asing di Indonesia. Jadi, jangan sampai menimbulkan kecemburuan,” ujar Baihaki.
Emil Salim bertemu Julius Tahija tahun 1981. Saat itu Julius Tahija, yang meminta bertemu, memaparkan keberadaan sumber minyak di bawah Danau Zamrud yang kaya ekosistem di wilayah Sumatera. Menurut Emil yang diajak Julius Tahija untuk datang ke lokasi tersebut, Julius Tahija dengan tegas menyatakan tidak akan merusak danau tersebut dan hutan di sekelilingnya jika nantinya mengeksplorasi sumber minyak di bawah danau. Akhirnya, Julius Tahija menggunakan teknologi bor untuk membuat sumur minyak yang miring, tidak tegak lurus dengan permukaan tanah, sehingga tidak merusak danau di atasnya. Biayanya jutaan dollar AS, cukup tinggi pada masa itu. ”Agak aneh juga. Perusahaan minyak, yang biasanya menggasak lingkungan, kali ini membela lingkungan,” ujar Emil, disambut tawa tamu yang hadir.
Di luar segala sisi etis dan humanisnya dalam berbisnis, Julius Tahija tetap seorang ayah, suami, dan kakek yang luar biasa dicintai keluarganya. Ia memiliki dua putra, yakni George Tahija dan Sjakon Tahija, serta lima cucu. ”Nilai yang diajarkan bagi kami adalah jujur kepada orang lain dan diri sendiri. Sikapnya sama di perusahaan dan di depan keluarga,” kenang George. Julius Tahija selalu hidup seimbang antara pekerjaan dan keluarga. Di sela-sela kesibukan, dia juga selalu mengusahakan waktu bagi istri, anak-anak, dan cucu-cucunya. Seperti disampaikan George dalam acara peluncuran buku tersebut, ”Ayah adalah pekerja keras sekaligus pemerhati sosial budaya di Indonesia. Namun, di balik semua itu, dia tetap ayah dan suami bagi keluarganya.

Sumber : Kompas Cetak


1 bisnis yang tidak beretika


Bisnis beretika adalah bisnis yang mengindahkan serangkaian nilai-nilai luhur yang bersumber dari hati nurani, empati, dan norma. Bisnis disebut etis apabila dalam mengelola bisnisnya pengusaha selalu menggunakan nuraninya, berpromosi dengan tidak menipu dan telah menggunakan praktik bisnis yang  jujur. Namun masih banyak kenyataannya di dunia bisnis ini yang tidak beretika, hal itu dilakukan hanya untuk menarik konsumen dengan mendapatkan keuntungan semata – mata.
Contoh dari bisnis yang tidak beretika terdapat pada perusahaan XYZ, yang sifatnya mengikat menawarkan produk paket xxx sebagai layanan internet yang mempunyai koneksi jaringan internet dengan kecepatan tinggi dan lokasi akses yang dapat dilakukan dimana saja dalam jaringan HSDPA/3G/EDGE/GPRS. Produk ini juga memberikan keuntungan -  keuntungan yang begitu memikat minat konsumen untuk membeli seperti mudah di kontrol, fleksibel, kecepatan tinggi dan jangkauan jaringan yang luas. Pada kenyataannya berbeda menurut konsumen yang menggunakannya awalnya memang sangat memuaskan memakai produk ini, tetapi setelah beberapa minggu kemudian layanan yang di promosikan produk ini tidak benar. Koneksi jaringan internet yang awalnya puas menjadi mengecewakan karena koneksi internet yang terlalu lama, akhirnya konsumen tidak mendapatkan kepuasan atas layanan yang diberikan, konsumen tidak bisa serta berhenti dari layanan. Ironisnya lagi, meskipun sudah membuang produknya alias tidak menggunakan jasa layanan, tetap saja dikenakan kewajiban membayar sama persis ketika pelanggan itu menggunakan secara aktif. Seharusnya perusahaan memberikan pelayanan yang sejujurnya sesuai apa yang dipromosikannya, bukan membohongi konsumen dengan pelayanan tidak benar yang merugikan konsumen.

0 RESENSI NOVEL

Rabu, 11 Juli 2012

JUDUL RESENSI                 : Tuhan           
DATA BUKU
            JUDUL                       : Tuhan, Jangan Tinggalkan Aku
            PENGARANG           : Pipet Senja
            PENERBIT                 : Zikrul Hakim
            TAHUN                      : 2007
            TEBAL BUKU          : 202 Halaman

Pipet senja adalah nama pena Etty Hadiwati Arief, lahir di sumedang, 16 mei 1956 dari pasangan Hj. Siti Hadijah dan SM. Arief (alm) seorang pejuang’45. Novel dan cerpen yang ditulisnya ratusan, tapi yang telah diterbitkan sebagai buku baru 77. Karya – karyanya antara lain; Namaku May Sarah, Riak Hati Garsini, Memoar Cahaya di Kalbuku, Trilogy Kalbu, Nurani, Cahaya, Tembang Lara, dll.
Ennie Van Moorsel-Arief, nama aslinya Enny Hadiyani Arief lahir di Cimahi, jawa barat, 6 april 1958, anak kedua dari tujuh bersaudara, adik kandung Pipiet Senja. Ibunda Hj. Siti Hadijah dan ayahanda (alm) SM. Arief pejuang ’45. Setelah lulus SMA Pariwisata cimahi, kuliah di akademi Pariwisata Perhotelan Buana Wisata Yogyakarta tidak tuntas. Kariernya diawali sebagai Tour Leader pada beberapa travel biro perjalanan di Jakarta
Ennie menikah dengan direktur dimana ia bekerja, ia berpindah agama menjadi khatolik. Dari pernikahan pertama Ennie memiliki seorang anak laki – laki, Peter. Setelah bercerai ia nekad membawa anaknya meninggalkan tanah air. Pendidikan dan karier berlanjut di negeri belanda sebagai perancang mode, pengelola sekolah mode, home decorator dan visual merchandiser. Di belanda Ennie terjebak biro jodoh internasional, ia diperlakukan keji oleh seorang psikopat, dikurung di apartement dan dianiaya, sehingga menimbulkan trauma hebat pada jiwa anaknya. Setelah kabur dari pria durjanah itu, ia bertemu dengan paul seorang pria belanda yang bak hati menolongnya dan pada akhirnya  mereka menikah.
Berapa tahun kemudian kehidupan Ennie berubah menjadi lebih baik. Setelah sukses di negri orang, ia membawa keluarga pulang ke Indonesia, namun tidak lama di Indonesia usahanya tidak maju dan suami serta anaknya tidak betah akhirnya ia kembali lagi pergi ke belanda. Dengan ijin allah di kampung asalnya Ennie digugah hatinya untuk memeluk agama islam, sekarang Ennie dan keluarga berdomisili di Holland- Belanda.
 Dari novel yang saya baca ini, menceritakan lika-liku kehidupan keras yang dijalani oleh seorang wanita, namun ia tidak pernah putus asa atau menyerah, ia selalu semangat dan selalu optimis serta bertawakal dalam mengahadapi semua masalah yang dihadapinya. Novel ini memberikan semangat dan motivasi kepada semua pembaca agar jangan mudah menyerah dan selalu optimis serta bertawakal pada suatu masalah yang sedang kita alami.




0 Analisis Manajemen Pelayanan Minimarket Alfamart dalam Peningkatan Kualitas Pelayanan kepada Konsumen (Studi kasus : Alfamart JL. Kerinci Raya, Sawangan – Depok)

Kamis, 26 April 2012

Penulis : Ade Rachmawati Nurfitri


Tahun : 
1.       Menurut petunjuk penulisan naskah, di dalam jurnal ini tidak memberikan saran terhadap objek penelitian baik bagi pembaca maupun pihak Alfamart sebagai objek penelitian.
2.       Pada pendahuluan, jurnal ini tidak memasukan penelitian sejenis untuk menguatkan latar belakang penelitian ini.
3.       Pada tinjauan pustaka yang ada di dalam jurnal ini, terdapat beberapa teori yang dikutip dari penelitian orang lain, tetapi disini tidak difokuskan kepada hasil penelitian yang dilakukannya.
4.       Pada metode penelitian yang ada di dalam jurnal ini, pengambilan sample tidak menggunakan teknik sampling yang jelas, pengambilan sample 50 orang tidak diketahui darimana perhitungannya.
5.       Pada pembahasan, sudah cukup memuat analisis data dan interpretasi terhadap hasil penelitian yang sudah dilakukan.
6.       Pada kesimpulan dan saran, penulis tidak membuat saran yang berguna bagi pembaca. 
7.    Pada daftar pustaka, cara penulisannya sudah memenuhi syarat.